HALMAHERA SELATAN — Tragedi memilukan terjadi di kawasan Rawabadak, Desa Amasing Kota Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIT. Seorang anak bernama Afon diduga menjadi korban serangan buaya saat berada di sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga setempat setelah adanya teriakan dan kepanikan di sekitar area rawa. Tiga Anak yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian,Algifar,faujan, dan saugi menjadi saksi awal kejadian dan memberikan keterangan kepada aparat serta warga yang melakukan pencarian.
Menurut keterangan Algifar, korban saat itu berada di sekitar perairan Rawabadak sebelum tiba-tiba diserang oleh seekor buaya. Serangan tersebut terjadi begitu cepat sehingga warga tidak sempat memberikan pertolongan.
“Semuanya terjadi sangat cepat. Korban langsung diseret ke dalam air,” ungkap Algifari kepada warga dan aparat di lokasi
“Ada buaya yang sering muncul di area ini, apalagi kalau sudah sore. Kami sudah berusaha memperingatkan agar anak-anak tidak bermain terlalu dekat,” ujar Algifari.
Usai kejadian, aparat setempat bersama masyarakat langsung melakukan upaya pencarian dengan menyisir area rawa dan perairan sekitar. Hingga berita ini diturunkan, korban Afon masih dalam proses pencarian dan aparat terus mengumpulkan keterangan tambahan dari para saksi.
Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan sementara waktu menghindari aktivitas di sekitar kawasan Rawabadak demi mencegah kejadian serupa.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan bahaya satwa liar di wilayah perairan Halmahera Selatan. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas, termasuk pemasangan rambu peringatan dan penanganan khusus terhadap keberadaan buaya di kawasan tersebut.
Proses pencarian korban masih terus berlangsung dengan pengawalan aparat dan dukungan penuh dari masyarakat setempat.
Redaksi: Sardin
