filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 44;
Labuha, Halmahera Selatan — Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuha kembali menjadi sorotan masyarakat. Seorang pasien asal Desa Kupal, Kabupaten Halmahera Selatan, dilaporkan terlantar dan tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai meski berada dalam kondisi kritis, Kamis (18/12/2025).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasien tersebut telah berada di RSUD Labuha sejak pagi hari untuk mendapatkan pelayanan di poli bedah. Namun hingga pukul 11.00 WIT, dokter yang dijadwalkan menangani pasien belum juga hadir, sehingga pasien harus menunggu dalam kondisi lemah tanpa kepastian penanganan.
Kondisi ini menuai kekecewaan dari pihak keluarga pasien. Mereka menilai pihak rumah sakit tidak menunjukkan respons cepat terhadap pasien yang membutuhkan penanganan segera.
“Kami sangat kecewa dengan pelayanan RSUD Labuha. Pasien sudah dalam kondisi kritis, tetapi masih harus menunggu dokter yang tidak jelas kapan datangnya,” ujar salah seorang anggota keluarga pasien dengan nada kesal.
Peristiwa ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terkait kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Labuha. Warga berharap manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah segera melakukan evaluasi serta pembenahan menyeluruh agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal dan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Labuha belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlambatan penanganan pasien tersebut.
Redaksi: Sardin. A. Palaudi
