Kawasi, 1 April 2026 — Masyarakat Desa Kawasi, Kecamatan Obi, diliputi ketegangan menyusul lambatnya penanganan aparat kepolisian terhadap kasus perkelahian yang berujung penikaman.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 30 Maret 2026. Korban diketahui berasal dari Desa Galala Obi, sementara terduga pelaku berasal dari Ambon-Key.
Akibat insiden itu, korban mengalami luka tusuk di bagian belakang dan sempat dalam kondisi kritis sebelum dilarikan ke RSUD Marabose menggunakan speed boat pada sore hari.
Situasi semakin memanas setelah sejumlah video beredar di media sosial dan grup WhatsApp.
Dalam video tersebut, terlihat adanya aksi penyisiran terhadap karyawan asal Seram dan Ambon oleh pihak keluarga korban yang mengatasnamakan suku Togale di Desa Kawasi.
Ketegangan antar kelompok terus meningkat.
Bahkan, pada Selasa sore, 31 Maret 2026, kembali terjadi penyerangan terhadap kelompok warga Seram-Ambon yang berlangsung hingga malam hari. Warga menilai kondisi ini dipicu oleh lambatnya respons aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut.
Sejumlah perwakilan dari keluarga besar Seram-Ambon telah melaporkan kejadian ini ke pos pengamanan kepolisian di Pos Merah, Desa Kawasi, pada Selasa malam. Mereka berharap agar pelaku segera ditangkap guna mencegah konflik yang lebih luas.
“Kami berharap pelaku segera diamankan agar tidak terjadi konflik berkepanjangan yang merugikan semua pihak,” ujar salah satu karyawan yang bekerja dan menetap di Desa Kawasi.
Akibat situasi tersebut, masyarakat setempat kini merasa was-was dalam beraktivitas, terutama pada malam hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun hingga Rabu, 1 April 2026, kedua belah pihak masih saling berjaga-jaga. Bahkan, dilaporkan sebagian warga telah menyiapkan alat seperti parang dan panah sebagai bentuk antisipasi.
Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat segera mengambil langkah tegas dan cepat untuk meredam konflik serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Redaksi : IR/sardin Adam Kaperwil Malut
