Tidore Kepulauan – Libur sekolah pasca Hari Raya Idulfitri telah usai. Di ujung kampung wilayah Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan, kisah seorang bocah 9 tahun bernama Alfizar Sudirto mulai menarik perhatian.
Putra pasangan Sudirto dan Sakina ini sebelumnya bersekolah di SD Negeri Selamalofo dan telah duduk di kelas tiga. Namun, keputusan mengejutkan diambil Alfizar saat memilih mengikuti pamannya untuk pindah dan melanjutkan pendidikan di Kota Ternate.
Keputusan tersebut sempat menimbulkan kecemasan bagi sang ayah. Pasalnya, Alfizar dikenal memiliki kebiasaan buruk di kampungnya. Ia kerap membuat teman-teman sebayanya menangis karena sikap kasar dan kebiasaannya memukul, hingga mendapat julukan “anak tangan besi” dari lingkungan sekitar.
Diduga, julukan itulah yang menjadi salah satu alasan Alfizar ingin memulai hidup baru di tempat lain.
Di Ternate, Alfizar diterima sebagai siswa di SD Negeri 1 Kota Ternate. Melihat potensi dan energi besar yang dimiliki sang keponakan, pamannya kemudian mendaftarkan Alfizar ke Akademi Sepak Bola SSB Buldam di kawasan Salero.
Hasilnya mulai terlihat. Dengan semangat dan kedisiplinan tinggi, Alfizar rutin mengikuti latihan serta sejumlah pertandingan uji coba, baik di lapangan Salero maupun Mini Soccer Buldam di Kelurahan Kastela. Ia bahkan tengah dipersiapkan untuk mengikuti turnamen Piala Presiden yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juni mendatang.
Perlahan, perubahan sikap mulai terlihat. Kenakalan yang dulu kerap ia lakukan kini mulai berkurang, tergantikan oleh kesibukan latihan dan aktivitas positif di dunia sepak bola.
Orang tua Alfizar berharap, lingkungan baru dan aktivitas olahraga ini dapat membentuk karakter anak mereka menjadi lebih baik. Mereka juga mendoakan agar Alfizar selalu sehat dan mampu meraih cita-citanya.
Dukungan serupa datang dari sang paman dan bibi yang kini menjadi keluarga terdekat Alfizar di Ternate. Mereka berharap perjalanan baru ini menjadi titik balik bagi masa depan Alfizar menuju kesuksesan.
Nasrun/Red
