Halmahera Selatan, 24 April 2026 — Lembaga Swadaya Masyarakat Kalesang Anak Negeri Maluku Utara (LSM-KANe Malut) mengapresiasi langkah cepat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Selatan yang merespons tuntutan masyarakat Desa Loleo, Kecamatan Obi Selatan.
Sebelumnya, LSM-KANe Malut bersama masyarakat Desa Loleo menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis (23/04/2026) di depan kantor DPMD Halmahera Selatan. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan berbagai tuntutan terkait kondisi pemerintahan desa.
Kepala DPMD Halmahera Selatan, Zaki Abdul Wahab, menyatakan pihaknya akan segera turun langsung ke Desa Loleo untuk memastikan kondisi di lapangan serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Pernyataan tersebut mendapat apresiasi dari LSM-KANe Malut dan masyarakat. Mereka berharap kehadiran DPMD dapat memberikan solusi nyata atas persoalan yang terjadi di desa.
Masyarakat Desa Loleo juga mengungkapkan bahwa kepala desa, Edi Amus, diduga sudah sekitar tiga hingga empat bulan tidak aktif berada di desa dan lebih sering berada di ibu kota kabupaten. Hal ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Warga berharap, melalui kehadiran DPMD, akan ada kejelasan dan langkah konkret terhadap berbagai persoalan yang ada.
Mereka juga mendesak agar apabila ditemukan pelanggaran, DPMD dapat mengambil tindakan tegas, termasuk mengusulkan pemberhentian sementara kepala desa.
Ketua LSM-KANe Malut, Risal Sangaji, menyatakan bahwa langkah DPMD turun langsung ke lapangan merupakan bentuk kepedulian dan profesionalisme dalam merespons aspirasi masyarakat.
“Kami mengapresiasi kehadiran DPMD. Ini menunjukkan adanya perhatian serius terhadap kondisi masyarakat Desa Loleo. Kami berharap hasilnya objektif dan memberikan keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.
LSM-KANe Malut menegaskan akan terus mengawal proses tersebut hingga ada kejelasan dan penyelesaian atas berbagai persoalan yang dilaporkan masyarakat.
Redaksi : Ardhy Kaperwil Malut
