Ternate — Ini bukan sekadar gangguan keamanan. Ini teror. Warga Bastiong Karance dibuat marah sekaligus takut setelah dugaan aksi nekat seorang pria yang diduga menerobos masuk ke kamar perempuan saat rumah dalam kondisi sepi mencuat ke publik.
Peristiwa yang disebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIT itu membuka satu fakta mengerikan: bahkan kamar pribadi, ruang paling aman bagi perempuan, bisa ditembus oleh orang yang tak bertanggung jawab.
Informasi yang beredar menyebutkan korban saat itu sendirian di dalam kamar. Suami dan anaknya tidak berada di rumah.
Dalam situasi lengang itulah, terduga pelaku diduga masuk tanpa izin—bukan ke halaman, bukan ke ruang tamu—tetapi langsung ke inti ruang privat korban.
Korban sontak panik. Bayangkan, seseorang tiba-tiba sudah berada di dalam kamar saat kondisi benar-benar sendiri.
Situasi berubah menjadi mencekam. Dalam tekanan dan ketakutan, korban disebut melakukan perlawanan hingga dugaan tindakan yang lebih jauh berhasil digagalkan.
Namun publik bertanya lebih keras: bagaimana ini bisa terjadi?
Apakah ini murni aksi nekat satu orang, atau ada celah keamanan yang selama ini diabaikan?
Kemarahan warga kini meluap. Keluarga korban tidak lagi sekadar meminta—mereka mendesak dengan nada ultimatum agar aparat segera bergerak.
“Jangan tunggu korban berikutnya. Kalau pelaku belum ditangkap, artinya ancaman masih ada,” tegas salah satu warga.
Sorotan kini tajam mengarah ke aparat kepolisian, khususnya Polsek Ternate Selatan. Warga menilai, lambannya respons hanya akan memperburuk situasi dan menumbuhkan ketakutan yang lebih luas.
Desakan warga jelas:
Pelaku harus segera diburu dan ditangkap, tanpa alasan
Pemeriksaan saksi harus dilakukan secara transparan
Motif dan kemungkinan kejadian serupa harus dibuka ke publik
Jika tidak, masyarakat menilai aparat gagal memberikan jaminan rasa aman di lingkungan sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Kekosongan ini justru memicu spekulasi dan mempertebal rasa tidak aman, terutama bagi perempuan yang kini merasa rumah bukan lagi tempat berlindung.
Bastiong Karance sedang gelisah.
Dan satu pertanyaan terus menggema di tengah warga: kalau kamar saja bisa ditembus, lalu di mana lagi tempat yang benar-benar aman?
Kini publik tidak hanya menunggu klarifikasi—mereka menunggu tindakan. Cepat, tegas, dan tanpa kompromi.
Redaksi : Ardhy Kaperwil Malut
