Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate secara resmi menutup Operasi Search and Rescue (SAR) terhadap Derianto (43), seorang pria asal Jawa Tengah yang diduga melompat ke laut saat berada di atas Kapal Motor (KM) Permata Bunda dalam pelayaran dari Bacan menuju Ternate, pada 7 Desember 2025 lalu.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, saat dikonfirmasi, pada Rabu (17/12/2025) menjelaskan bahwa upaya pencarian terhadap korban telah dilakukan secara maksimal selama tujuh hari berturut-turut sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas.
“Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di sejumlah titik, mulai dari perairan antara Maitara dan Ternate, perairan Tidore, hingga wilayah perairan Moti dan Makian. Namun hingga hari ketujuh, korban belum berhasil ditemukan,” ujar Iwan.
Ia menambahkan, dengan mempertimbangkan durasi pencarian yang telah memenuhi ketentuan SOP serta berbagai upaya maksimal yang telah dilakukan di lapangan, maka Operasi SAR resmi dihentikan dan korban dinyatakan hilang.
“Penutupan operasi ini juga telah kami koordinasikan dengan pihak terkait serta keluarga korban,” jelasnya.
Meski operasi SAR resmi dihentikan, Basarnas Ternate tetap mengimbau kepada masyarakat dan para nelayan yang beraktivitas di sekitar wilayah perairan tersebut agar segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Dengan ditutupnya operasi ini, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing, sementara pihak keluarga diharapkan dapat menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.
Tim Redaksi
