Yomen — Pengelolaan Dana Desa Yomen selama Tahun Anggaran 2023 hingga 2025 menuai sorotan tajam dari masyarakat. Sejumlah program bernilai ratusan juta rupiah diduga bermasalah dan tidak memberikan manfaat nyata bagi warga.
Masyarakat pun mendesak pemerintah dan aparat pengawas untuk segera turun tangan sebelum situasi berkembang menjadi gejolak sosial.
Pada Tahun Anggaran 2023, Dana Desa Yomen dialokasikan antara lain untuk:
Program air bersih sebesar Rp300 juta
Subsidi BBM sebesar Rp98 juta
Namun, hingga kini masyarakat menilai realisasi kedua program tersebut tidak jelas dan tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Masalah berlanjut pada Tahun Anggaran 2024, dengan anggaran:
Pembangunan kantor desa sebesar Rp200 juta
Pembangunan Jalan Sertu sebesar Rp165 juta
Pelaksanaan fisik serta pertanggungjawaban anggaran kegiatan tersebut dinilai tidak transparan dan belum pernah disampaikan secara terbuka kepada masyarakat desa.
Sementara itu, pada Tahun Anggaran 2025, Dana Desa kembali dialokasikan untuk sejumlah program besar, antara lain:
Modul tenaga surya penarik air bersih sebesar Rp285 juta
Program ketahanan pangan sebesar Rp180 juta
Pengadaan katinting atau bodi fiber sebesar Rp130 juta
Kegiatan pertanian sebesar Rp50 juta
Selain dugaan.
permasalahan program, masyarakat juga mengeluhkan hak aparatur dan unsur masyarakat desa yang belum dibayarkan, antara lain gaji Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta kawur untuk bulan November dan Desember, serta honor guru atau tokoh agama Islam dan Nasrani selama enam bulan.
Atas kondisi tersebut, masyarakat menilai Kepala Desa Yomen gagal menjalankan fungsi kepemimpinan serta pengelolaan keuangan negara secara bertanggung jawab.
Mereka meminta pemerintah daerah, Inspektorat, dan instansi terkait untuk segera melakukan audit, pemeriksaan, dan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Masyarakat berharap langkah cepat dan transparan dapat dilakukan demi menjaga kepercayaan publik serta mencegah terjadinya tindakan lanjutan akibat ketidakpuasan warga terhadap pengelolaan Dana Desa Yomen.
Tiem : Redaksi
