Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, para petani kopra Halmahera Barat mengeluhkan turunnya harga kopra yang kini berada di angka Rp13.000 per kilogram. Penurunan ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang mencapai sekitar Rp16.500 per kilogram sebulan lalu.
Salah satu petani kopra, Frengki Paseneke, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, penurunan harga kopra sangat memberatkan petani, terutama menjelang hari besar keagamaan di mana kebutuhan keluarga meningkat.
“Pemerintah harus perhatikan torang sebagai petani. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, torang cuma bergantung dari kopra. Kalau boleh, pemerintah jangan turunkan harga kopra, apalagi ini sudah menjelang Natal dan Tahun Baru,” ungkap Frengki.
Ia menambahkan, menjelang hari raya, kebutuhan keluarga semakin banyak, mulai dari kebutuhan dapur hingga keperluan anak-anak. “Anak-anak pasti menuntut sepatu dan baju baru, belum lagi kebutuhan lainnya. Jadi torang sangat berharap pemerintah bisa memahami kondisi petani,” katanya.
Tak hanya harga kopra yang turun, harga kebutuhan pokok justru mengalami kenaikan. Hal ini juga dirasakan oleh para ibu rumah tangga. Salah satu ibu rumah tangga mengungkapkan bahwa harga bahan kue dan minuman mengalami kenaikan.
“Harga kopra turun, tapi harga barang tidak turun. Harga fanta, terigu, dan bahan-bahan kue malah naik. Torang ibu-ibu jadi pusing karena semua serba mahal, tapi mau tidak mau harus kerja dan persiapkan kebutuhan Natal,” ujarnya.
Selain itu, Frengki juga menyoroti tingginya biaya produksi yang harus ditanggung petani. Faktor cuaca yang kurang bersahabat membuat proses pengangkutan kopra menjadi lebih sulit dan mahal.
“Kalau mo kase turun kopra, torang harus pakai ojek. Satu sak saja Rp50.000, belum lagi ongkos lain. Kadang hasil yang torang terima dari 800 kilo cuma sekitar Rp4 sampai Rp5 juta,” jelasnya.
Meski demikian, Frengki menegaskan bahwa para petani tetap bersyukur dalam menyambut Natal. “Walaupun harga kopra turun dan sembilan bahan pokok naik, torang tetap bersyukur. Natal harus disambut dengan hati penuh syukur supaya bisa dinikmati,” tutupnya.
Redaksi: Titus
