Ternate — Pemerintah Kota Ternate bersama Kesultanan Ternate resmi menetapkan bahwa pelaksanaan Upacara HAJAT ke-775 pada tahun ini akan dipusatkan di Kedaton Kesultanan Ternate. Kebijakan ini menjadi langkah penting dalam mengembalikan nilai historis dan marwah adat yang selama ini melekat kuat pada tradisi HAJAT.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate menjelaskan bahwa selama beberapa tahun sebelumnya, pelaksanaan upacara HAJAT dipusatkan di Kantor Wali Kota. Namun, setelah dilakukan kajian dan koordinasi bersama Kesultanan, pemerintah memutuskan bahwa pelaksanaan upacara tahun ini harus kembali ke tempat yang memiliki keterikatan sejarah paling kuat.
> “Upacara HAJAT sebelumnya selalu dipusatkan di Kantor Wali Kota, tetapi tahun ini kami sepakat bahwa marwa Kesultanan harus hadir di dalamnya. Pemerintah hanya mengembalikan titah itu kepada Kesultanan karena esensi HAJAT tidak bisa dipisahkan dari Kesultanan Ternate,” jelas Sekda.
Pemindahan lokasi ke Kedaton Kesultanan dinilai bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai adat dan tradisi, tetapi juga sebagai upaya memperkuat identitas budaya Ternate yang telah bertahan ratusan tahun. Upacara HAJAT sendiri merupakan salah satu momentum penting yang selalu dinantikan masyarakat, karena menjadi simbol hubungan antara pemerintahan, Kesultanan, dan warga Ternate.
Pemerintah Kota Ternate memastikan seluruh rangkaian kegiatan akan dipersiapkan secara matang bersama perangkat Kesultanan. Sinergi ini diharapkan mampu menjadikan peringatan HAJAT ke-775 lebih sakral, meriah, dan tetap berada dalam koridor adat Kesultanan yang telah diwariskan turun-temurun.
Dengan keputusan ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan kembali nuansa historis dan adat dalam upacara HAJAT, sekaligus memahami bahwa tradisi tersebut tidak dapat dipisahkan dari peran Kesultanan Ternate sebagai pusat budaya dan sejarah.
Tim Redaksi
