Labuha Halmahera Selatan, 16 November 2025 – Ratusan warga Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, kembali menggelar aksi protes keras pada Sabtu (15/11/2025) siang. Mereka menuntut penegak hukum segera memanggil dan menyeret Kepala Desa Gane Luar ke meja hijau atas dugaan penyalahgunaan anggaran desa tahun 2024 yang dinilai tidak transparan.
Dalam orasi yang berlangsung di halaman kantor desa, puluhan warga secara bergantian mempersoalkan tidak adanya laporan pertanggungjawaban anggaran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) tahun 2024 yang jelas dan dapat diakses publik. Yang paling menjadi sorotan adalah tidak terpasangnya papan informasi proyek di seluruh lokasi kegiatan fisik yang dibiayai APBDes 2024.
“Kami sudah berkali-kali minta papan proyek dipasang sesuai aturan, tapi sampai sekarang tidak ada. Ini jelas pelanggaran Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dan Peraturan Menteri Desa tentang transparansi pengelolaan keuangan desa,” ujar Koordinator Aksi,, di hadapan massa.
Warga juga mempersoalkan beberapa proyek fisik yang diduga fiktif atau tidak sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya), antara lain:
Pembangunan talud dan gorong-gorong yang kualitasnya di bawah standar
Rehabilitasi jalan usaha tani yang volume pekerjaannya diduga dikurangi
Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang tidak ada bukti fisik maupun laporan pertanggungjawaban
“Kami minta Kejaksaan Negeri Halmahera Selatan dan Polres Halmahera Selatan segera turun tangan. Panggil kepala desa, periksa, dan seret ke pengadilan kalau terbukti bersalah. Jangan biarkan anggaran rakyat dikorupsi seenaknya,” tegas warga disambut tepuk tangan dan sorak massa.
Aksi yang berlangsung damai ini sempat membuat arus lalu lintas di jalan trans Gane sempat tersendat. Massa membentangkan spanduk bertuliskan “Transparansi Anggaran atau Meja Hijau!” dan “Kades Gane Luar Harus Bertanggung Jawab!”
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Gane Luar belum berhasil dimintai keterangan. Pihak aparat desa hanya menyatakan bahwa laporan pertanggungjawaban sedang diproses dan akan segera dipublikasikan.
Warga menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan siap melakukan aksi yang lebih besar jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan tegas dari penegak hukum.
“Kami tidak akan diam. Hak kami untuk tahu kemana uang desa kami digunakan. Kalau perlu, kami akan datang ke Kejaksaan dan Polres secara massal,” tutup *Tim Redaksi*
