Halmahera Selatan, 27 November 2025 – Warga Desa Gurua, Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menyatakan kekecewaan mendalam terhadap janji Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Selatan terkait pembangunan jembatan laut. Menurut warga, jembatan tersebut dibangun secara swadaya oleh masyarakat setempat dengan susah payah, tanpa menggunakan anggaran dari pemerintah daerah maupun dana desa.
Keluhan ini mencuat setelah warga merasa janji Pemda tidak terealisasi, meskipun infrastruktur tersebut menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat. “Kami membangun jembatan ini dengan anggaran swadaya, bukan dari anggaran pemerintah atau dana desa. Ini untuk kepentingan bersama, tapi tidak ada respons dari pihak berwenang,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kekecewaan semakin bertambah karena sikap Kepala Desa Gurua, Basri Hi Muhammad, yang dianggap tidak memperhatikan isu ini. Warga menilai bahwa kepala desa lebih memprioritaskan kepentingan pribadi daripada kebutuhan kolektif. “Padahal ini kepentingan kita semua, tapi tidak ada perhatian dari Kepala Desa. Anggaran desa justru digunakan untuk kepentingan pribadi,” tambah warga tersebut.
Pemda Halmahera Selatan belum memberikan respons resmi terkait keluhan terbaru ini. Sementara itu, Kepala Desa Basri Hi Muhammad, juga belum bisa dikonfirmasi mengenai tudingan tersebut. Warga berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini, demi kesejahteraan masyarakat Pulau Makian.
Kasus ini menambah daftar panjang isu infrastruktur di wilayah kepulauan Maluku Utara, di mana akses transportasi sering menjadi kendala utama bagi warga. Masyarakat Gurua mendesak agar janji Pemda direalisasikan dan pengelolaan anggaran desa diawasi lebih ketat untuk menghindari penyalahgunaan. Red
