Ternate, 19 April 2026 — Menjelang pelaksanaan Gurabati Open Tournament (GOT) XXVIII yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juni 2026, Asprov PSSI Maluku Utara mematangkan persiapan perangkat pertandingan, khususnya wasit, melalui agenda penyegaran dan peningkatan kapasitas.
Ketua Komite Wasit Asprov PSSI Maluku Utara, Aries Papuling, menegaskan bahwa kesiapan wasit menjadi faktor krusial dalam menjamin kualitas dan kelancaran pertandingan. Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan GOT Podcast di Sekretariat Lapangan Gurabati.
Menurutnya, penyegaran wasit tidak hanya berfokus pada kebugaran fisik, tetapi juga pemahaman teknis dan ketajaman visual dalam mengambil keputusan di lapangan. Materi yang diberikan meliputi pembaruan aturan permainan, termasuk penanganan pelanggaran seperti handball, pelanggaran di area penalti (PAI), denial of obvious goal scoring opportunity (DOGSO), hingga offside.
“Wasit harus selalu update terhadap aturan permainan. Selain fisik, mereka juga dibekali pemahaman teknis dan kemampuan membaca situasi pertandingan secara tepat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama tim dalam perangkat pertandingan. Wasit utama, asisten wasit, hingga wasit cadangan harus memiliki koordinasi yang baik, termasuk dalam hal posisi, kontak mata, dan pengambilan keputusan di momen krusial, terutama di area penalti.
Lebih lanjut, Aries berharap melalui tes fisik dan psikologis dalam agenda penyegaran ini, kinerja wasit pada GOT XXVIII mampu menjawab berbagai keraguan yang selama ini muncul dari publik.
Di sisi lain, ia turut mengapresiasi kesiapan panitia pelaksana GOT XXVIII yang dinilai semakin matang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Panitia juga disebut telah aktif berkoordinasi dengan Asprov PSSI Maluku Utara guna memastikan seluruh aspek teknis berjalan sesuai standar.
Aries juga menyampaikan pesan agar panitia berkomitmen menjaga dan melindungi wasit selama turnamen berlangsung, sehingga mereka dapat menjalankan tugas secara profesional tanpa tekanan atau intervensi pihak mana pun.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, penugasan wasit akan dilakukan secara tertutup, sementara evaluasi kinerja akan melibatkan penilai wasit berkompeten di Maluku Utara, di antaranya Fahri Albaar, Idrus Usman, Said Sania, Fanda Ngawaro, dan Bakar Muhammad.
Gurabati Open Tournament sendiri dikenal sebagai salah satu turnamen bergengsi di Maluku Utara, bahkan di kawasan Indonesia Timur. Masyarakat pun berharap pelaksanaan tahun ini lebih meriah dan berkualitas, terutama dalam hal kepemimpinan wasit yang selama ini kerap menjadi sorotan.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Harapan kita semua Semoga GOT XXVIII 2026 berjalan lancar, Aman dan Selalu Menjunjung Tinggi Sportifitas.
Nasrun Daud
